REKAPITULASI

"No.
" "Nama
" "Usia
" "Alamat
" "jenis kerja
" "Jenis Kelamin
"

1.  Agus Rahman 50 Bukit Indah Blok K1/9 02/07 Pegawai Swasta Direktur Pertanian Pria
2.  Hanityo 45 Bukit Indah Blok K1/7 02/07  Pegawai Swasta Pilot Garuda Pria
3.  Hari Kuntarso 52 Bukit Indah blok J 4/ 11 02/07 Wirausaha   warung  Pria 
4.  Nurnowo 48 Bukit Indah blok K1  Pegawai Negri  PNS Pria
5.  Ibu Yuni 42 Bukit Indah Blok J4/3 02/07  Wirausaha Bisnis Laundry Wanita
6. Kasimun 45 Jl. Mawar IV blok G5/16 Pegawai Negri POLRI Pria
7. H. Hamzah 55 Jl. Mawar IV blok G5/20 Pegawai Negri Kepala TU Pria
8. Hartadi 43 Jl. Mawar IV blok G4/10 Pegawai Swasta Kontraktor Pria
9. H. Sugeng S 63 Jl. Mawar IV Raya Pegawai Swasta Direktur Perusahaan Pria
10. Heri Mulyanto 56 Jl. Mawar IV blok G4/16 Pegawai Swasta Kontraktor Pria
11. Sian Susanto 28 kp. Leuweng malang rt 01/03 Pegawai Negri Guru Pria
12. H. Sanen 50 kp. Leuweng malang rt 01/03 Wirausaha   Pengusaha batu bata Pria
13. Hj. Apon 38 kp. Leuweng malang rt 01/03 Wirausaha   Pengusaha limbah Wanita
14. Siti Kartika 33 kp. Leuweng malang rt 01/03 Wirausaha   Pemilik butik Wanita
15. Ujang 35 kp. Leuweng malang rt 01/03 Wirausaha   warung klontong Pria
16. Hj. Hilaliyah 56 Gg. Kober rt 03/04 Pegawai Swasta Bidan Wanita
17. H. Shomad 75 Gg. Kober rt 03/04 Wirausaha   pengusaha kontrakan Pria
18. Ruwaidah 40 Gg. Kober rt 03/04 Wirausaha   Pemilik salon Wanita
19. Indra Irawan 25 Gg. Kober rt 03/04 Pegawai Negri Guru Pria
20. Warsono 45 Gg. Kober rt 03/04 Wirausaha   Pengusaha kedai bakso Pria
21. Jaka Munawar 28 Jl. Tidore dlm II No. D 18 Wirausaha   Konter pulsa Pria
22. Mamat 53 Jl. Tidore dlm II No. 14 Wirausaha   Warung sembako Pria
23. Ibu Iin 38 Jl. Tidore dlm II No. 18 Pegawai Negri Guru Wanita
24. Januar Darma 28 Jl. Tidore dlm II No. A 20 Pegawai Negri Pemadam kebakaran Pria
25. Yuliawati 24 Jl. Tidore dlm II No. A 20 Karyawati swasta Administrasi Wanita

Rata-rata Usia : 37
Jenis Kelamin :
Pria 18 75%
Wanita 7 25%
Jenis Kerja : Pegawai Swasta : 7 28%
Pegawai Negri : 7 28%
Wirausaha : 11 44%

PEMBIAYAAN USAHA BARU

PEMBIAYAAN USAHA BARU





2 SA 02

Feby Brilianto
Ibnu Martanto
Octa Filia Wati
Rahayu Astuti
Yuli Octavia




DAFTAR ISI :

Daftar Isi ........................................................................... 1BAB 1
DEFINISI PEMBIAYAAN……………................……..…….… 2
Prinsip Pembiayaan ................................................................. 2

BAB 2
BAGAIMANA PEMBIAYAAN .................................................. 4
Modal Usaha ............................................................................ 4
Lembaga Modal ....................................................................... 6

BAB 3
MENGAPA PEMBIAYAAN DILAKUKAN ............................ 13
Tujuan Pembiayaan ............................................................... 14
Jenis-Jenis Pembiayaan ......................................................... 15
Masalah-masalah Pembiayaan .............................................. 16

Referensi ..................................................................................... 18





BAB 1
DEFINISI PEMBIAYAAN

Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain.
Menurut M. Syafi’I Antonio menjelaskan bahwa pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank yaitu pemberian fasilitas dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan deficit unit. Sedangkan menurut UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan menyatakan Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.
Pembiayaan adalah suatu modal yang deiperlukan untuk membuat suatu usaha. Pembiayaan sendiri merupakan hal yang paling vital dalam pembuatan usaha baru. Yang paling utama pembiayaan biasanya menggunakan uang modal, terkadang modal yang besar dibutuhkan untuk membuat suatu usaha baru. Namun tidak sedikit pula usaha yang mebutuhkan modal kecil tapi menghasilkan keuntungan yang besar. Modal ventura adalah salah satu contoh modal yang ada,
Prinsip – Prinsip Pemberian Pembiayaan
Dalam melakukan penilaian permohonan pembiayaan bank syariah bagian marketing harus memperhatikan beberapa prinsip utama yang berkaitan dengan kondisi secara keseluruhan calon nasabah. Di dunia perbankan syariah prinsip penilaian dikenal dengan 5 C + 1 S , yaitu :
a. Character
Yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima pembiayaan dengan tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima pembiayaan dapat memenuhi kewajibannya.
b. Capacity
Yaitu penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima pembiayaan untuk melakukan pembayaran. Kemampuan diukur dengan catatan prestasi penerima pembiayaan di masa lalu yang didukung dengan pengamatan di lapangan atas sarana usahanya seperti toko, karyawan, alat-alat, pabrik serta metode kegiatan.
c. Capital
Yaitu penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon penerima pembiayaan yang diukur dengan posisi perusahaan secara keseluruhan yang ditujukan oleh rasio finansial dan penekanan pada komposisi modalnya.
d. Collateral
Yaitu jaminan yang dimiliki calon penerima pembiayaan. Penilaian ini bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran tercapai terjadi , maka jaminan dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajiban.
e. Condition
Bank syariah harus melihat kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat secara spesifik melihat adanya keterkaitan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh calon penerima pembiayaan. Hal tersebut karena kondisi eksternal berperan besar dalam proses berjalannya usaha calon penerima pembiayaan.
f. Syariah
Penilaian ini dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang akan dibiayaai benar-benar usaha yang tidak melanggar syariah sesuai dengan fatwa DSN “Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam dalam tindakannya yang berhubungan dengan mudharabah.”




BAB 2
BAGAIMANA PEMBIAYAAN DILAKUKAN

A. Modal Usaha
Pembiayaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memberikan modal. Salah satunya adalah modal ventura.
Modal Ventura adalah suatu modal (keuangan) yang biasanya disediakan bagi usaha-usaha baru yang berpotensial tinggi, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan investasi tinggi. Modal Ventura disediakan oleh Kapitalis Ventura atau dalam bahasa asingnya, Venture Capitalist (VC). Sebagai timbal-balik dari investasi, Kapitalis Ventura akan mengambil bagian di kepemilikan perusahaan anda. Keuntungan diperoleh investor ketika perusahaan berada di bursa saham atau bila perusahaan menghasilkan keuntungan.
Modal Ventura berasal dari sekelompok investor yang mengumpulkan uang bersama di dalam Dana Ventura dan menginvestasikan dana itu untuk wiraswasta-wiraswasta yang berpotensial tinggi. Modal Ventura bisa juga berasal dari pihak-pihak kaya yang memulai usaha mereka sebagai wiraswasta. Bentuk pembiayaan ini menarik banyak bisnis baru yang belum lama beroperasi dan terlalu kecil untuk mengumpulkan dana di pasar umum (seperti surat obligasi) dan tidak terkualifikasi untuk mengambil pinjaman bank.
Hal-hal penting yang perlu diketahui tentang Modal Ventura
Bila anda memberikan sebagian dari kepemilikan perusahaan anda sebagai ganti dari pembiayaan usaha, anda berarti menerima partner bisnis baru. Menemukan Kapitalis Ventura yang dapat bekerja sama dengan anda sangat penting. Mereka tidak hanya memberikan anda modal, tetapi juga membagi pengalaman mereka dan koneksi di dunia bisnis.
Untuk mendapatkan pembiayaan bisnis, anda harus mampu untuk mempresentasikan bisnis anda secara professional. Tepatnya, anda memerlukan rencana pemasaran yang menunjukkan bahwa anda dapat menghasilkan keuntungan tinggi. Kesalahan-kesalahan umum yang terjadi adalah di mana pengusaha tidak mengetahui tujuan bisnis dan bidang usaha mereka. Sebelum anda mengajukan permintaan modal ventura, sebaiknya anda memikirkan dan merencanakan usaha anda selama beberapa bulan.
Di mana kita dapat menemukan Modal Ventura?
Indonesia adalah pasar yang berkembang untuk Modal Ventura. Salah satu tempat yang bisa anda cari adalah yellow pages, di mana anda bisa menemukan daftar perusahaan-perusahaan Modal Ventura seperti contohnya di Jalan Sudirman atau sekitar Indonesia.
Beberapa perusahaan seperti:
- Pertamina
- Perusahaan Gas Negara (PGN)
- Bahana Artha Ventura (BAV)
- PT Venture Capital
- Bina Swadaya
- Kospin Jasa
Sumber lainnya adalah perusahaan yang dimiliki oleh negara, yaitu “Permodalan Nasional Madani.” Salah satu jalan untuk menemukan sumber-sumber pembiayaan adalah melalui kontak bisnis di universitas-universitas. Profesor-profesor di program-program bisnis biasanya mempunyai hubungan dengan berbagai sumber.
B. Melalui Lembaga Modal

Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang didirikan secara khusus untuk melakukan kegiatan termasuk dalam bidang usaha lembaga pembiayaan.
a. Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)
b. Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)
c. Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company)
d. Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)
e. Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company)
f. Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)

Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)
Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Finance Lease maupun Operating Lease untuk digunakan oleh Penyewa Guna Usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.
Finance Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha, dimana Penyewa Guna Usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.
Operating Lease adalah kegiatan Sewa Guna Usaha dimana Penyewa Guna Usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha.
Penyewa Guna Usaha (Lessee)
Penyewa Guna Usaha (Lessee) adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak Perusahaan Sewa Guna Usaha (Lessor)

Barang Modal
Yang dimaksud dengan barang modal adalah setiap aktiva tetap berwujud, termasuk tanah sepanjang di atas tanah tersebut melekat aktiva tetap berupa bangunan (plant), dan tanah serta aktiva yang dimaksud merupakan satu kesatuan pemilikan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun dan digunakan secara langsung untuk menghasilkan, atau meningkatkan, atau memperlancar produksi dan distribusi barang dan jasa oleh Lessee.

Kegiatan Perusahaan Sewa Guna Usaha (Leasing Company)
Kegiatan Sewa Guna Usaha dilakukan dalam bentuk pengadaan barang modal bagi penyewa Penyewa Guna Usaha, baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang tersebut. Dalam kegiatannnya sebagaimana dimaksud di atas, pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang milik Penyewa Guna Usaha yang kemudian disewa gunakan kembali. Sepanjang perjanjian sewa guna usaha masih berlaku, hak milik atas barang midal objek transaksi sewa guna usaha berada pada perusahaan sewa guna usaha.

Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)
Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha (Investee Company) untuk jangka waktu tertentu.
Perusahaan Pasangan Usaha adalah bentuk penyertaan modal dari Perusahaan Modal Ventura.

Kegiatan Perusahaan Modal Ventura (Ventura Capital Company)
Kegiatan Modal Ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha untuk :
a. Pengembangan suatu penemuan baru
b. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana
c. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan
d. Membantu perusahaan yang berada dalam tahap kemunduran usaha
e. Pengembangan proyek penelitian dan rekayasa
f. Pengembangan pelbagai penggunaan teknologi baru, dan alih teknologi baik dari dalam maupun luar negeri
g. Membantu pengalihan pemilikan perusahaan

Penyertaan modal dalam setiap Perusahaan Pasangan Usaha bersifat sementara dan tidak boleh melebihi jangka waktu 10 (sepuluh) tahun.Divestasi adalah tindakan penarikan kembali penyertaan modal yang dilakukan oleh Perusahaan Modal Ventura dari Perusahaan Pasangan Usahanya.

Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company)
Perusahaan Perdagangan Surat Berharga (Securities Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan perdagangan surat berharga. Perusahaan ini malakukan kegitan sebagai perantara dalam perdagangan surat berharga.

Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)
Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.
Penjual Piutang (Klien) adalah perusahaan yang menjual dan atau mengalihkan piutang atau tagihannya yang timbul dari transaksi perdagangan kepada Perusahaan Anjak Piutang.

Kegiatan Perusahaan Anjak Piutang (Factoring Company)
Kegiatan Anjak Piutang dilakukan dalam bentuk :
a. Pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari suatu transaksi perdagangan dalam dan luar negeri.
b. Penata usahaan penjualan kredit serta penagihan pitang perusahaan klien

Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company)
Perusahaan Kartu Kridit (Credit Card Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan kartu kredit.
Pemegang Kartu Kredit adalah nasabah yang mendapat pembiayaan dari perusahaan kartu kredit.



Kegiatan Perusahaan Kartu Kredit (Credit Card Company)
Kegiatan kartu kredit dilakukan dalam bentuk penerbitan kartu kredit yang dapat dimanfaatkan oleh pemegangnya untuk pembayaran pengadaan barang dan jasa.

Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)
Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan system pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen.

Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Konsumen (Consumers Finance Company)
Kegiatan pembiayaan konsumen dilakukan dalam bentuk penyedia dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen.

Pendirian dan Perizinan
Lembaga Pembiayaan dapat dilakukan oleh :
a. Bank
b. Lembaga Keuangan Bukan Bank
c. Perusahaan Pembiayaan

Perusahaan Pembiayaan berbentuk Perseroat Terbatas (PT), saham Perusahaan Pembiayaan yang berbentuk PT dapat dimiliki oleh :
a. Warga Negara Indonesia dan atau Badan Hukum Indonesia
b. Badan Usaha Asing dan Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (usaha Patungan)

Pembatasan Lembaga Pembiayaan
Perusahaan Pembiayaan dilarang menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk :
a. Giro
b. Deposito
c. Tabungan
d. Surat Sanggup Bayar (Promissory Nota)
Perusahaan Pembiayaan dapat menerbitkan Surat Sanggup Bayar hanya sebagai jaminan atas hutang kepada bank yang menjadi krediturnya.

Pemantauan dan Pengawasan Pembiayaan
Pembiayaan adalah suatu proses, mulai dari analisis kelayakan pembiayaan sampai pada realisasinya. Namun realisasi pembiayaan bukanlah tahap terakhir dari proses pembiayaan. Setelah realisasi pembiayaan, maka pejabat bank syariah perlu melakukan pemantauan dan pengawasan pembiayaan. Aktivitas ini memiliki aspek dan tujuan tertentu. Untuk itu perlu dibicarakan hal-hal yang terkait dengan aktivitas pemantauan dan pengawasan pembiayaan.
Tujuan Pemantauan dan Pengawasan Pembiayaan
a. Kekayaan bank syariah akan selalu terpantau dan menghidari adanya penyelewengan-penyelewengan baik oknum dari luar maupun dalam bank.
b. Untuk memastikan ketelitian dan kebenaran data administrasi di bidang pembiayaan.
c. Untuk memajukan efisiensi di dalam pengelolaan tata laksana usaha di bidang peminjaman dan sasaran pencapaian yang ditetapkan.
d. Kebijakan manajemen bank syariah akan dapat lebih rapi dan mekanisme dan prosedur pembiayaan akan lebih dipatuhi.
Media Pemantauan
a. Informasi dari luar bank syariah
b. Informasi dari dalam bank syariah
c. Meneliti perputaran yang terjadi atas debit dan kredit pada beberapa bulan berjalan
d. Memberikan tanda pada laporan sehingga dapat diantisipasi jika ada kekeliruan yang lebih besar
e. Periksalah adakah tanggal-tanggal jatuh tempo yang dijanjikan terealisasi
f. Meneliti buku-buku pembantu/ tambahan dan map-map yang berkaitan dengan peminjaman.
Kunjungan Pada Peminjam
Tujuannya adalah untuk mempertimbangkan dan memantau efektivitas dana yang dimanfaatkan peminjam. Hal-hal yang dilakukan
1) Membuat laporan kegiatan peminjam
2) Laporan realisasi kerja bulanan
3) Laporan stok/ persediaan barang
4) Laporan kegiatan investasi bulanan
5) Laporan hutang dan piutang
6) Neraca R/ L per bulan, triwulan, dan semester
7) Tingkat pengumpulan pendapatan
8) Tingkat kemajuan usaha
9) Tingkat efektivitas pemakaian dana

Penanganan Pembiayaan Bermasalah
Risiko yang terjadi dari peminjaman adalah peminjaman yang tertunda atau ketidakmampuan peminjam untuk membayar kewajiban yang telah dibebankan, untuk mengantisipasi hal itu maka bank syariah harus mampu menganalisis penyebab permasalahannya.
1. analisa sebab kemacetan
a. aspek internal
1) peminjam kurang cakap dalam usaha tersebuit
2) manajemen tidak baik atau kurang rapi
3) laporan keuangan tidak lengkap
4) penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perencanaan
5) perencanaan yang kurang matang
6) dana yang diberikan tidak cukup untuk menjalankan usaha tersebut
b. aspek eksternal
1) aspek pasar kurang mendukung
2) kemampuan daya beli masyarakat kurang
3) kebijakan pemerintah
4) pengaruh lain di luar usaha
5) kenakalan peminjam
2. Menggali potensi peminjam
Anggota yang mengalami kemacetan dalam memenuhi kewajiban harus dimotivasi untuk memulai kembali atau membenahi dan mengatisipasi penyebab kemacetan usaha atau angsuran. Untuk itu perlu digali potensi yang ada pada peminjam agar dana yang telah digunakan lebih efektif.
3. melakukan perbaikan akad (remedial)
4. memberikan pinjaman ulang, mungkin dalam bentuk : pembiayaan al-qardul hasan; Murabahah atau Mudharabah
5. Penundaan pembayaran
6. memperkecil angsuran dengan memperpanjang waktu dan akad dan margin baru (Rescheduling)
7. Memeperkecil margin keuntungan atau bagi hasil.













BAB 3
MENGAPA PEMBIAYAAN DIPERLUKAN
Tujuan Pembiayaan adalah dalam rangka pembelian persediaan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi (ready stock) yang akan digunakan untuk proses produksi atau pembelian barang untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan ekspor. Sedangkan Pembiayaan modal kerja ekspor dengan prinsip Ijarah adalah untuk penyewaan barang (misal: peralatan, mesin, bangunan) dalam rangka pemenuhan kebutuhan modal kerja Nasabah Eksportir. Usaha Nasabah Eksportir bukan termasuk jenis usaha terlarang, tidak melanggar prinsip syariah seperti minuman keras, rokok dan tidak melanggar ketentuan hukum Indonesia, seperti: narkoba, penyelundupan, dan lain-lain.
Valuta Pembiayaan Modal Kerja adalah dalam Rupiah atau dalam Valuta Asing yang disetujui oleh Indonesia Eximbank. Bentuk Pembiayaan :
1. Pembiayaan Modal Kerja Transaksional, adalah Pembiayaan Modal Kerja yang diberikan
berdasarkan kebutuhan modal kerja untuk satu siklus usaha atau PMK berdasarkan adanya kontrak kerja yang dilakukan Nasabah Eksportir dengan pihak lain yang selesai dengan berakhirnya masa kontrak kerja tersebut.
2. Pembiayaan Modal Kerja Non Transaksional, adalah Pembiayaan Modal Kerja yang diberikan
untuk memenuhi kebutuhan transaksi Nasabah Eksportir yang bersifat revolving maupun non
revolving. Jangka waktu Pembiayaan Modal Kerja Ekspor adalah sampai dengan 1 (satu) tahun atau sesuai dengan siklus usaha Nasabah Eksportir, atau jangka waktu proyeksi cash flow yang ditetapkan, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan Untuk syarat dan ketentuan lainnya mengacu kepada pedoman operasional fasilitas Pembiayaan Modal Kerja Ekspor yang berlaku di Divisi Syariah serta Perjanjian Pembiayaan yang telah ditandatangani antara Nasabah Eksportir dan Indonesia Eximbank.

4) Tujuan dan Fungsi Pembiayaan
a. Tujuan Pembiayaan
Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
b. Fungsi pembiayaan
Keberadaan bank syariah yang menjalankan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bukan hanya untuk mencari keuntungan dan meramaikan bisnis perbankan di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman, diantaranya :
1. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.
2. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional.
3. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan
5). Jenis – Jenis Pembiayaan
1. Berdasarkan Tujuan Penggunaannya, dibedakan dalam :
a. Pembiayaan Modal Kerja, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk memberikan modal usaha seperti antara lain pembelian bahan baku atau barang yang akan diperdagangkan.
b. Pembiayaan Investasi, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk modal usaha pembelian sarana alat produksi dan atau pembelian barang modal berupa aktiva tetap / investaris.
c. Pembiayaan Konsumtif, yakni pembiayaan yang ditujukan untuk pembelian suatu barang yang digunakan untuk kepentingan perseorangan ( pribadi ).
2. Berdasarkan Cara Pembayaran / Angsuran Bagi Hasil, dibedakan dalam:
a. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Periodik, yakni angsuran untuk jenis pokok dan bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik yang telah ditentukan misalnya bulanan.
b. Pembiayaan Dengan Bagi Hasil Angsuran Pokok Periodik dan Akhir, yakni untuk bagi hasil dibayar / diangsur tiap periodik sedangkan pokok dibayar sepenuhnya pada saat akhir jangka waktu angsuran
c. Pembiayaan Dengan Angsuran Pokok dan Bagi Hasil Akhir, yakni untuk pokok dan bagi hasil dibayar pada saat akhir jangka waktu pembayaran, dengan catatan jangka waktu maksimal satu bulan.
3. Metode Hitung Angsuran yang akan digunakan. Ada tiga metode yang ditawarkan yaitu :
a. Efektif, yakni angsuran yang dibayarkan selama periode angsuran. Tipe ini adalah angsuran pokok pembiayaan meningkat dan bagi hasil menurun dengan total sama dalam periode angsuran.
b. Flat, yakni angsuran pokok dan margin merata untuk setiap periode
c. Sliding, yakni angsuran pokok pembiyaan tetap dan bagi hasilnya menurun mengikuti sisa pembiayaan ( outstanding )
4. Berdasarkan Jangka Waktu Pemberiannya, dibedakan dalam
a. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Pendek umumnya dibawah 1 tahun
b. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Menengah umumnya sama dengan 1 tahun
c. Pembiayaan dengan Jangka Waktu Panjang, umumnya diatas 1 tahun sampai dengan 3 tahun.
d. Pembiayaan dengan jangka waktu diatas tiga tahun dalam kasus yang tertentu seperti untuk pembiayaan investasi perumahan, atau penyelamatan pembiayaan

5. Berdasarkan Sektor Usaha yang dibiayai
a. Pembiayaan Sektor Perdagangan (contoh : pasar, toko kelontong, warung sembako dll.)
b. Pembiayaan Sektor Industri (contoh : home industri; konfeksi, sepatu)
6. Pembiyaan konsumtif, kepemilikan kendaraan bermotor (contoh : motor , mobil dll.) Pembiayaan Berdasarkan Syariah Islam.

Masalah-Masalah Pembiayaan
Masalah yang dihadapi berkaitan dengan kesulitan yang bisanya dihadapi wiraswastawan diantaranya:
1. Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
2. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
3. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
4. Preferensi dari pemodal
5. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.
Dalam menentukan pembiayaan modal, wiraswasta harus menentukan jumlah dana maupun waktu yang dibutuhkan, disamping proyeksi penjualan dan pertumbuhan perusahaan. Perusahaan menengah kecil biasanya kesulitan modal usaha berbeda dengan perusahaan besar yang mempunyai potensi untuk berkembang. Tahapan pendanaan pengembangan bisnis adalah:
1. Pendanaan tahap awal
2. Pendanaan ekspansi atau perkembangan
3. Pembiayaan akuisisi dan laveraged buyouts.
Pembiayaan tahap awal biasanya sangat sulit dan sangat mahal didapatkan. Sedangkan pembiayaan ekspansi dan perkembangan lebih mudah diperoleh. Pembiayaan dalam pengembangan bisnis sifatnya lebih spesifik.
Untuk mendapatkan modal perlu mengetahui berapa banyak kebutuhan finansial perusahaan. Perencanaan fasilitas terdiri dari likuiditas dan laba yang dipusatkan pada perencanaan aliran kas perusahaan dimasa depan. Proyeksi laba juga memiliki keabsahan independent sebagai laporan rugi laba dimasa depan.
Uang merupakan bentuk kekuasaan yang fleksibel, tetapi cara untuk mendapatkan kekuasaan tersebut bisa dilakukan dengan cari lain. Pembagian kepemilikan saham merupakan cara lain untuk mengganti pengeluaran uang dengan pembagian sejumlah tertentu saham untuk menarik orang yang mungkin keahliannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
Sebagian besar investor pemodal mempunyai ketidaksukaan yang besar terhadap resiko. Prosedur analisa dan penyaringan yang dilakukan investor untuk meminimalisasi dua jenis resiko:
1. Resiko tidak dikenalnya wiraswastaan yang menyebabkan hilangnya modal
2. Resiko hilangnya waktu yang digunakan untuk proyek yang tidak produktif









REFERENSI

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab3-pembiayaan_usaha_baru_yang_berkembang.pdf
- 18/2/2011 – 20.56

http://budiwiyono.com/2009/11/05/pembiayaan-bisnis-dengan-modal-ventura/
- 18/2/2011 – 20.59

http://kewiraswastaan.wordpress.com/2010/12/14/pembiayaan-usaha-baru/
- 18/2/2011 – 21.05


http://gokmat20.blogspot.com/2010/07/definisi-pembiayaan.html
- 9/3/2011 – 12.15

Bencana Alam ( Kesetia kawanan)

Atasi Bencana dengan Kesetiakawanan Sosial
Nilai-nilai kesetiakawanan sosial dapat menjadi kekuatan paling besar untuk menyelesaikan masalah bencana yang sering terjadi di Indonesia."Kita memiliki modal dasar berupa nilai-nilai gotong royong yang sampai saat ini masih hidup dalam masyarakat. Nilai gotong royong yang merupakan wujud kesetiakawanan sosial itu sangat berguna ketika terjadi bencana.
Yang terpenting adalah bagaimana mengelola potensi gotong royong dan kearifan lokal yang ada di setiap daerah untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi, termasuk ketika terjadi bencana.
Indonesia memiliki modal sosial yang sangat heterogen berupa etnis, bahasa dan wilayah yang luas. Karena itu kita membutuhkan satu sistem yang lebih hebat dibandingkan sistem-sistem yang sudah pernah ditawarkan sebelumnya guna mengatasi bencana.
Ada empat pendekatan yang harus diperhatikan ketika terjadi bencana. Pertama, yang harus dilakukan adalah menyamakan cara pandang bahwa Indonesia terletak di kawasan yang rawan bencana sehingga masyarakat harus selalu siap sedia menghadapi bencana. Kedua, kegiatan penanggulangan bencana harus berubah dari yang sifatnya kedaruratan menjadi retroaktif, sesuai dengan perkembangan jaman.
Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus komprehensif. Ini terkait sifat bencana yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Kini kita punya satu sistem yang akan diimplementasikan ke masyarakat, yang harus dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat.
Sementara itu Profesor BambangTriadji. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Ageng Tirtayasa mengatakan, nilai-nilai kesetiakawanan sosial perlu dibangkitkan kembali dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya ketika terjadi bencana.
Kita tentu saja perlu mengingatkan para pemimpin negeri tentang tugas lain yang tak kalah penting yakni pemberdayaan masyarakat. Aksi sosial seperti pengobatan gratis memang membantu masyarakat tetapi tidak mungkin berlangsung terus-menerus karena bisa meninabobokan masyarakat.

Pendekatan sinterklas dalam jangka panjang justru memperlemah daya juang masyarakat. Mereka akan senantiasa menunggu uluran tangan orang lain manakala ditimpa kesulitan. Kemandirian sirna. Itu yang tidak kita kehendaki. Tugas dan tanggung jawab pemerintah yang utama adalah membentuk masyarakat mandiri melalui terobosan program pemberdayaan. Sayangnya program semacam itu belum kita lihat sedang dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Solidaritas memang salah satu aset sosial bangsa ini. Aset yang sangat berharga dan kita syukuri karena masih bertahan dalam keseharian masyarakat dengan format yang unik dan beragam. Warga masyarakat dengan caranya masing-masing suka menolong atau membantu sesama yang membutuhkan.

Sejarah Indonesia telah membuktikan betapa kesetiakawanan sosial itu mampu menjadikan bangsa ini tetap tangguh dalam situasi yang sangat buruk sekalipun. Dan membuktikan Indonesia adalah bangsa besar yang selalu dapat mengatasi bencana alam dengan kebersamaan, dengan gotong royong, dan dengan kesetiakawanan yang tinggi.

SOSIOLOGI

6.2. EVALUASI

  1. Jelaskan pengertian sosiologi menurut pandangan saudara, berdasarkan pendapat pendapat tentang sosiologi dari beberapa pendapat pakar sosiologi yang telah kalian pelajari.
  2. Jelaskan, mengapa sosiologi dikategorikan dalam kelompok ilmu sosial ?
  3. Jelaskan perbedaan bahasan antara sosiologi dengan ekonomi, atau ilmu politik yang juga termasuk di dalam lingkup ilmu ilmu social!
  4. Sebut dan jelaskan empat sifat dari ilmu pengetahuan secara terperinci.
  5. Obyek dari sosiologi adalah masyarakat. Coba jelaskan masyarakat dari sudut pandang yang bagaimana yang menjadi obyek dari sosiologi ?
  6. Masyarakat sebagai suatu sistem yang terwujud dari kehidupan bersama manusia. tentunya memiliki ciri-ciri pokok agar dapat disebut sebagai suatu masyarakat, Sebutkan ciri-ciri pokok dari masyarakat tersebut ?
  7. Untuk mempelajari obyeknya, sosiologi memiliki metode-metode atau cara kerja yang dapat dipakai, diantaranya adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif Jelaskan kedua metode tersebut, serta bagaimana penerapannya untuk mempelajari sosiologi?
  8. Metode fungsionalisme juga sering digunakan oleh sosiologi, mengapa metode ini digunakan oleh sosiologi ?

Jawaban :

1. Pengertian sosiologi : ilmu yang mempelajari

atau membicarakan tentang masyarakat yang meliputi gejala-gejala sosial, struktur' sosial, dan perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

2. ini dikarenakan pokok permasalahan dalam ilmu sosial pada umumnya membicarakan kehidupan sosial manusia, masyarakat atau kehidupan bersama. Sedangkan Sosiologi dapat dikatakan ilmu yang membahas tentang masyarakat. Dengan demikian jelas bahwa Sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial, karena yang menjadi bahasan adalah masyarakat.

3. Perbedaan Bahasan Sosiologi :

Ekonomi : ilmu ekonomi hanya mempelajari segi ekonominya; sedangkan Sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan.

Ilmu Politik : Ilmu Politik juga mempelajari suatu segi khusus yakni kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Sedangkan Sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umumnya.

4. Empat sifat ilmu pengetahuan :

  1. Bersifat Empiris = sosiologi itu didasarkan pada pengamatan dan penalaran. Pengamatan berarti susunan yang berhubungan dengan panca indra manusia, yang dialaminya dalam kehidupan sosial. Sedangkan penalaran berarti semua yang berhubungan dengan akal budi manusia atau yang bersifat rasional.
  2. Bersifat teoritis = yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebab akibat, hingga menjadi teori.
  3. Bersifat kumulatif = teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori yang lama, hingga menjadi baik atau dapat mencapai kesempumaan.
  4. Bersifat Non-etis = sosiologi dalam usahanya menggambarkan dan menjelaskan masyarakat atau individu sama sekali tidak bermaksud untuk menanyakan apakah masyarakat dilihat dari segi moral baik atau tidak. Sosiologi hanya menjelaskan perilaku sosialnya. Atau dengan kata lain untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

5. Masyarakat dapat ditelaah dari dua sudut :

  • Segi struktural dinamakan pula struktur sosial, yaitu keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok sosial, serta lapisan-lapisan sosial.
  • sudut dinamika, masyarakat yaitu adalah apa yang disebut dengan proses sosial, dan perubahan-perubahan sosial. Proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pelbabagai segi kehidupan bersama.

6. Ciri-ciri pokok dari masyarakat :

- Manusia yang hidup bersama. Secara teoritis, jumlah manusia yang hidup bersama itu ada dua orang. Di dalam ilmu sosial khususnya sosiologi, tidak ada suatu ukuran yang mutlak atau angka yang pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada.

- Bergaul selama jangka waktu yang cukup lama.

- Adanya kesadaran, bahwa setiap manusia merupakan bagian dari suatu kesatuan.

7. Motode-motode :

Ø Metode Kualitatif

Pada metode ini, mengutamakan bahan-bahan yang sukar dapat diukur dengati menggunakan angka-angka ataupun dengan ukuran-ukuran lain yang lebih eksak walau baban-bahan tersebut terdapat dengan nyata di dalam masyarakat. Metode kualitatif ini mencakup pula metode historis dan metode komparatif. Metode historis adalah metode yang menggunakan analisis atas peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum. Kalau pada metode komparatif lebih mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya, untuk memperoleh perbedaan dan persamaan-persamaan serta sebab-sebabnya. Perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa silam dan masa sekarang, dan juga mengenai masyarakat-masyarakat yang mempunyai tingkat peradaban yang berbeda atau yang sama.

Ø Metode Kuantitatif

Metode Kuantitatif adalah metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka, sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat diukur dengan mempergunakan skala, indeks, tabel dan formula-formula yang kesemuanya menggunakan ilmu pasti atau matematika. Yang dapat dikategorikan kedalam metode kuantitatif adalah metode statistik yang bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara sistematis. Pada masa sekarang ini telah dikenal suatu teknik yang dinamakan sosiometri. Tekhnik ini berusaha meneliti masyarakat secara kuantitatif. Sosiometri menggunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan-hubungan antar manusia di dalam masyarakat. Jadi Sosiometri adalah himpunan konsep-konsep dan metode-metode yang bertujuan untuk menggambarkan dan meneliti hubungan-hubungan antar manusia secara kuantitatif.

8. Metode fungsionalisme :

metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga- lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode ini berpendirian bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda terhadap masyarakat.

Naskah Drama

Putri Jengkol
Di zaman dahulu kala, hiduplah sebuah keluarga kerajaan yang amat kaya raya dan amat terkenal di seluruh penjuru dunia. Keluarga itu beranggota seorang ayah, seorang raja yang bijaksana, baik hati, dan sayang kepada rakyatnya. Raja tersebut memiliki seorang istri yang cantik, baik hati, dan mengabdi pada suaminya. Raja dan ratu tersebut memiliki seorang putri yang amat cantik dan baik hati. Namun sayang putri sang raja memiliki sifat buruk, yaitu amat pemalas. Sampai suatu ketika ada seseorang yang dapat mengubah nya menjadi seorang putri sejati.
Di suatu pagi yang cerah.
Raja: “Istriku, aku sudah tua. Aku sudah merasa tidak sanggup untuk terus menopang kerajaan ini” (menerawang ke atas dan berfikir sesuatu)
Ratu: (mendekati sang raja dan melihat wajahnya) “kakanda, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?”
Sejenak raja dan ratu terdiam.
Raja: “kita harus mencarikan suami untuk anak kita”
Ratu: “Tapi kakanda apa ada yang mau dengan anak kita dengan sifatnya yang seperti itu?”
Raja: (Menghadap ke arah ratu) “Harus ada! Hmm, bagaimana kalau kita adakan sayembara”
Ratu: “Sayembara? Maksud kanda?”
Raja: “Ya, kita adakan sayembara. Dan kita tantang para pemuda untuk mengubah sifat anak kita. Juga harus mampu menarik hati kita. Terlebih lagi mampu merubah seratus persen sifat anak kita. Dan sebagai hadiahnya, ia boleh tinggal di sini sekaligus kujadikan menantuku, dan menjadi raja baru untuk negri kita ini.”
Raja dan ratu tersenyum bahagia.
Segeralah setelah itu mereka memanggil ajudannya
Ketua Ajudan: “Siap melakukan perintah yang mulia”
Raja: “ Sebarkan sayembara yang berisi, aku mencari seorang lelaki yang bisa merubah siafat anakku, Farah. Apabila sanggup akan kujadikan ia menantuku, sekaligus menjadi raja baru di negri ini.”
Ketua ajudan: “Siap Yang mulia!”
Seketika itu juga ketua ajudan memanggil seluruh ajudan dan penasihat raja untuk berdiskusi soal rencana raja menagadakan sayembara.
Ketua Ajudan: “Ajudan raja sekalian, raja akan mengadakan sayembara, di mana dalam sayembara itu beliau sekaligus mencari maenantu dan calon raja baru.”
Ajudan 1: “Mengapa Raja ingin mencari raja baru?”
Ajudan 2: “mungkin beliau sudah merasa tidak sanggup. Apa kau lupa berapa umur beliau saat ini?”
Ajudan 3: “Ya, 80 tahun. Wajar jika raja membutuhkan penerus.”
Ketua Ajudan: “Maka dari itu bagaimana menurutmu penasihat? Kapan menurutmu tanggal yang tepat untuk melakukan sayembara itu?”
Penasihat: (berpikir sejenak) “hmm, aku rasa hari minggu adalah hari yang baik. Satu bulan dari sekarang. (melihat-lihat catatan pribadi sang raja) hmm tidak, tunggu-tunggu! Bagaimana kalau 2 bulan dari sekarang. Selain peserta yang ingin ikut bisa mempersiapkan diri, hari itu merupakan hari ulang tahun raja.”
Ketua Ajudan: “Baiklah! Sudah ditetapkan. Ajudan sekalian, segeralah buat selebaran sayembara tersebut!”
Para Ajudan: “Siap Ketua”
Segera para ajudan tersebut merancang dan mendesain selebaran tersebut, mereka datang ke toko-toko percetakan ternama dan terbesar yang ada di negerinya. Setiap negara mendapatkannya. Karena selain melalui seleberan para ajudan juga menyiarkan iklannya di televisi, radio, bahkan lewat sms.
Sayembara
Raja Satria Muda
Mencari seorang laki-laki berbakat, berbeda, penuh semangat untuk menjadi menantu sekaligus penerus kerajaannya
Cukup datang ke kerajaan Satria Muda, dengan membawa persyaratan sebagai berikut:
Membawa sesuatu atau apapun yang bisa dibanggakan olehmu!
Informasi tersebut telah menyebar dan hanya para pemuda yang berani membanggakan sesuatu yang ada di negerinyalah yang berani datang dan menunjukan kebolehannya, kepada sang raja.
Hari yang di tentukan pun tiba.
Raja: ” Para pemuda sekalian! Tunjukan apa yang ingin kalian tunjukkan. Buatlah kami terkesan dan juga bisa membuat putri kami takjub dan terkesan.”
Ajudan: “Baiklah! Hari ini acara sayembara akan dilangsungkan. Dan hanya 5 pria pemberani ini saja yang berani menunjukkan keberaniannya. Baiklah! Peserta pertama, silahkan maju dan tunjukkan.”
Pemuda: “Yang mulia raja! Perkelnalkan, nama hamba Atem. Hamba berasal dari mesir. Dan saya merupakan orang terkaya di mesir. Karena kekayaan fir’aun jatuh ke tangan hamba”
Raja: “Lalu?”
Atem: “Jika hamba bisa menikahi putri, maka seeemuaaa harta hamba bisa menjadi milik tuan raja.”
Raja: “aaah, apa bagusnya jika kita menjadi kaya raya anak muda? Aku dan kerajaanku ini sudah kaya, sudah makmur.”
Atem: “Tapi yang mulia….”
Raja: “Anak muda… kekayaan itu tidak menjamin kebahagiaan, kekayaan itu bukan segalanya. Bagaimana kalau seketika kita jatuh miskin? Apa itu berarti kebahagiaan kita telah habis juga? Jadi Atem, maaf.. putriku pun sepertinya tidak tertarik.”
Atem: “Baiklah, hamba mengerti yang mulia. Terima kasih.”
(Raja tersenyum kepada Atem dan Atem pun mundur tidak merasa malu karena kebijaksanaan sang raja)
Raja: “Baik, siapa selanjutnya?”
Pemuda: “Hamba Yang mulia, nama hamba Farid Al Faruq.”
Raja: “Baik, silahkan anak muda. Apa yang akan kau lakukan atau apa yang kau punya?”
Farid: “Yang mulia, hamba memiliki tambang minyak. Semua tambang minyak yang ada di dataran arab merupakan milik hamba yang mulia”
Raja: “Aku tahu Farid, namun kau tidak jauh berbeda dengan Atem, pemuda mesir tadi. Jadi maaf anak muda. Bukannya aku tidak mau ceritamu yang selanjutnya. Tapi kau mengerti kan?”
Farid: “Hamba mengerti yang mulia. Terima kasih.”
Pemuda: “Baiklah yang mulia. Biar saya yang melanjutkan, jika putrid mau menikah dengan hamba. Akan saya buatkan sebuah menara yang megah. Menara paling tinggi. Bernama menara Eiffel”
Raja: “Hmm, anak muda. Aku memang tertarik dengan apa yang kau janjikan. Tapi silahkan kau keluar dari sayembara ini. Karena kau sungguh tidak sopan. Kau bahkan tidak menyebutkan namamu kan?”
Pemuda: “Maafkan hamba yang mulia, nama hamba Terry. Hamba berasal dari perancis.”
Raja: “Terlambat anak muda. Kalau dari awal kau sudah tidak sopan, apa yang akan kau bimbing kepada anakku? Maaf anak muda.”
Terry: “Baik Yang mulia. Maafkan hamba. Hamba memang tidak layak menjadi menantu yang mulia. Terima kasih yang mulia”
Raja: “Terima kasih kau mau berbesar hati anak muda. Baiklah, peserta selanjutnya!”
Pemuda: “Hamba yang mulia. Hamba Manchini, hamba dari Italia.”
Raja: “Lalu apa yang akan kau lakukan atau apa yang kau punya?”
Manchini: “Hamba bisa membuatkan pizza terlezat di dunia. Untuk Yang mulia, sang permaisuri, dan untuk sng putri”
Untuk pertama kalinya putri bicara.
Putri: “Apa benar pizzamu itu benar-benar enak? Coba buatkan sekarang!”
Manchini: “Waah, sepertinya putrid ini suka makan ya? Baiklah akan hamba buatkan sekarang.”
Setelah menunggu beberapa saat…
Manchini: “ini dia pizza daging ala manchini.”
Putri: “Cepat bawa kemari!”
Manchini: “Silahkan Tuan putri.”
Akhirnya mereka bertiga mulai makan, tidak lupa juga seluruh anggota kerajaan.
Raja: “Wow, pizza ini benar-benar enak. Iya kan istriku?”
Ratu: “Benar sekali kanda, Aku benar-benar takjub.”
Tapi putrid diam saja dan tidak melanjutkan makannya.
Raja: “Kenapa putriku? Ada yang salah?”
Putri: (Hanya diam, dan akhirnya bicara) “Ayahanda, pizza ini memang enak. Tapi sayang tak ada bedanya dengan sepotong roti yang diberikan daging menurutku.”
Manchini: “Tapi putrid, hamba sudah membuatnya dengan resep rahasia keluarga hamba.”
Putri: “Maaf Manchini, aku tidak suka. Maafkan aku.”
Manchini: “Baik tuan putri, hamba mengerti”
Raja: “Wah, ternyata seleramu aneh juga ya. Ayah baru tahu. Ehem, kalau begitu silahkan peserta terakhir!”
Ajudan: “Maaf yang mulia, daritadi, kami mencari peserta terakhir. Tapi tidak ketemu juga.”
Raja: “Hah? Bagaimana ini? Kemana dia itu?”
Tiba-tiba tercium bau harum yang semerbak. Bau harum makanan.
Pemuda: “Maaf yang mulia saya tiba-tiba menghilang. Biar saya memperkenalkan diri, nama hamba Jepri, hamba berasal dari Indonesia.”
Raja: “Hmm, sebenarnya kau tadi lancang sekali tiba-tiba menghilang, tapi ternyata putriku tertarik sekali dengan bau harum yang kau masak itu. Apa gerangan yang kau buat itu anak muda?”
Jepri: “Ah, ini… Ini semur jengkol yang mulia, makanan khas Indonesia. Walaupun jengkol ini mempunyai bau yang khas. Tapi menurut hamba rasanya amat enak.”
Raja: “Baik, baik, segera bawa ke sini!”
Setelah semua menyicipi, raja, ratu sangat menyukainya. Dan untuk putri…..
Putri: (menunduk, dan terdiam. Hingga akhirnya tiba-tiba) “LUUAAR BIASA!!!! Aku suka sekali ini ayah, rasanya menakjubkan dan mulutku, wah menjadi bau khas. Aku mau ini selalu ayahanda.”
Raja: “Hmm, baiklah. Anak muda, Jepri. Kau kuterima menjadi menantuku. Kau mengertikan maksudku dalam selebaran itu?”
Jepri: “Hamba mengerti yang mulia. Ehem, jika tuan putri ingin aku masakkan setiap hari putri harus mengubah sikap putrid. Jangan mentup diri setiap hari di kamar. Dan bersedia bersanding denganku untuk memerintah negeri ini.”
Putri: “Baiklah, akan aku lakukan setiap kata-kata dan perintahmu. Dari pertama aku melihatmu pun aku sudah jatuh hati padamu. Terlebih lagi kau bisa membuatku terkesan.”
Raja: “hmm, baguslaah, aku senang.”
Begitulah ceritanya, hingga akhirnya sang putri merubah sifat malasnya secara perlahan-lahan. Setelah kejadian itu, keduanya menikah. Jepri dapat memerintah negeri itu dengan baik. Sehingga negeri itu semakin makmur

Tugas Bahasa Iklan

Tony: Kenapa Lo? perasaan daritadi garuk-garuk kepala terus.

Deny: Iya nih, kepala gatel banget, padahal gw udah sampoan tiap hari.

Tony: Bah? emang pake shampo apa lo?

Deny: Ini nih, yang sering muncul di tipi,

Tony: Alaaaah, ini mah bohongan doang, buktinya aja lo masih sering garuk-garuk kepala.

Deny: Iya ya, emang lo pake shampo apaan?

Tony: Ini dooong, Clear Men! Bayangin mamen, C. Ron aja pake. Sekali pake ketome di libas kaya tendangan C. Ron.

Deny: Ah masa sih? yaudah gw coba deh.

Tugas Iklan

PENERIMAAN MAHASISWA BARU GUNADARMA 2010/2011


Gunadarma membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2010/2011. Dengan membawa persyaratan seabagai berikut:

1. Membawa uang formulir sebesar Rp 300.000
2. Membawa foto copy ijazah yang sudah di legalisir
3. Membawa Foto 3x4 (3 lembar)
4. Membawa Foto copy KTP

Untuk keterangan lebih lanjut langsung datang ke sekretariat Gunadarma.
Atau hubungi 021-78881112 ( Gunadarma Depok)







Gunadarma Mewarnai Masa Depan Anda Loh!!!!
Powered by Blogger